Sabtu, 13 Oktober 2012

mati saja

hidup ini hancur di kala saya menerima kenyataan yang pahit untuk pertama kalinya. kuliah sudah menempuh tahun ke-4, sudah selazimnya seorang mahasiswa/i yang menempuh perkuliahan di bidang sosial/pendidikan disibukkan dengan penulisan skripsi plus pengolahan data. dan sudah hukumnya dia akan menempuh masa sidang dan pada akhirnya wisuda yang menandakan dia telah berhak secara resmi meninggalkan kampus yang selama ini jadi perjalanan akademiknya. hmmm... memang sangat menyenangkan sudah sampai di titik penghabisan tugas akademik. senyum bahagia, tertawa lepas, dan mengabadikan momen-momen indah saat wisuda bersama teman-teman seperjuangan.. tak ada lagi beban skripsi ataupun sks yang harus diambil... indah memang, perasaan yang sempurna. tapi... itu tak akan pernah terjadi denganku, yang harus gigit jari dan basah mata melihat dan menyaksikan kawan-kawan sejawat akan segera menghadapi sidang dan tentunya wisuda di tahun ini (2012)... pas dan benar-benar sempurna... mereka hanya bisa memberikan dorongan agar aku tak bersedih, tapi siapa bilang aku terhibur???? malah buatku makin pedih... perjuangan selama ini bersama-sama dilewati, namun sekarang kenyataan pahit hinggap di hidupku. menyedihkan! malu, tentu saja! apa mau dikata... aku tak tau harus apa lagi! rasanya tak layak lagi menjadi mahasiswi, dan lebih baik mati! namun, alhamdulillah... iblis tak lewat begitu saja untuk membujukku menggoreskan silet ke tubuhku. sungguh mengenaskan apa yang kupikirkan selama ini. aku tak punya lagi harapan. orang tuaku tak lagi bangga.. padahal aku telah dijadikan harapan... untuk apa aku hidup?? kalau harus menanggung malu!!!! hhhh.... tak ada habisnya jika harus dipikirkan, semoga Tuhan tak tidur dan mendengar apa keluh kesahku!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar